Pages

Thursday, September 2, 2010

Biaya Gedung DPR Baru BILA ditukarkan = wow!

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), menyikapi rencana pembangunan gedung baru DPR berfasilitas mewah, yang memakan dana senilai Rp 1,6 triliun.
Pukul 13.35, rombongan ICW yang berjumlah sekitar sepuluhan orang melakukan aksi unjuk rasa di depan pagar Gedung DPR di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta.

Mereka membawa kolam renang plastik berisi bola, berpakaian seperti layaknya perenang, dan seseorang yang hendak melakukan spa, bermain dan ber-spa di dalam kolam renang plastik sebagai perwujudan fasilitas kolam renang mewah dan spa yang rencananya akan dibangun di gedung DPR yang baru.

Berbagai spanduk bertuliskan "Tolak Gedung Baru DPR" dan "Mau Mewah Kok Pake Uang Rakyat" diunjuk-unjukkan sebagai tanda protes kepada para anggota DPR.
"Kita menolak pembangunan gedung DPR yang baru. Masih banyak sektor lain yang harus diperhatikan selain pembangunan gedung yang menghabiskan dana 1,6 triliun," ucap Abdullah Dahlan, peneliti ICW, di sela-sela orasinya meneriakkan penolakan pembangunan gedung baru DPR, Rabu (1/9/2010) di depan Gedung DPR, Jakarta.

Diungkapkannya, anggaran pembangunan gedung DPR baru lebih tepat dialokasikan untuk sektor publik yang lebih membutuhkan, dengan asumsi jika untuk pembangunan gedung DPR baru menghabiskan anggaran sebesar 1,6 triliun, artinya untuk 560 anggota menghabiskan anggaran Rp 2,8 miliar per ruangan.
"Bila dibandingkan dengan standar biaya pembangunan untuk gedung sekolah nilainya Rp 50 juta per ruang kelas, maka dengan anggaran gedung DPR tersebut dapat membangun sebanyak 32.000 gedung sekolah baru," tuturnya yang pada saat itu berperan sebagai Ketua DPR dengan memakai kemeja abu-abu dan dasi berwarna merah.

Ditegaskannya, grand design gedung supermewah yang dilengkapi dengan kolam renang, fasilitas fitnes, spa, dan tempat kuliner merupakan upaya pemborosan terhadap anggaran negara. "Kalau mau bangun gedung baru, pakai uang dari DPR saja dan tidak seharusnya dibebankan dari uang rakyat," lanjutnya menegaskan.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2010/09/01/14150454/ICW.Demo.di.Depan.Gedung.DPR 

<Jez>
Miris emang negara kita ini, setelah ditimpa banyak musibah bencana alam, negara kita pun belum bisa menyelesaikan masalah kemiskinan. Ditengah kemiskinan yang melanda negeri ini muncul pula rencana yakni pembangunan gedung DPR yang "super mewah".
Tidak tangung-tanggung pembangunan gedung ini menelan biaya,
1.6 T (Rp 1600.000.000.000) Banyak banget nolnya yahhh.
Gedung ini rencananya dilengkapi berbagai fasilitas mewah diantaranya ruang spa , kolam renang, taman rekreasi.
Berikut ini g mau membandingkan uang segituan bisa dipakai untuk apa aja :

Membangun dan memperbaiki 27 rumah sakit
Agar rakyat kita terhindar dari penyakit dan sehat-sehat semua.
*asumsi Rp 60M/unit

Memberikan BLT 444.444 penduduk miskin selama 1 tahun 
Semoga dapat mengurangi kesengsaraan masyarakat miskin di negara kita.
*asumsi Rp 300.000/bulan = Rp 3.600.000/tahun

Membangun atau memperbaiki 800 sekolah
Agar generasi penerus kita mempunyai sarana yang layak untuk belajar dan kelak akan menjadi pemimpin negara kita.
*asumsi Rp 2M/sekolah 
 Membangun 21.333 rumah sederhana 
Agar rakyat tidak lagi digusur dan tinggal dikolong jembatan.
*asumsi Rp 75.000.000/unit 


Nih g tambahin lagi:
Membeli 10.000 kontainer kerupuk mungkin 
Yah mayan donk buat yg suka krupuk, ga kelaperan paling ngga.


-Membeli 290.090 NB Toshiba L510-B402
Biar anak2 Indo bisa ngeblog bareng kita.
*asumsi 5.500.000/unit

11 comments:

Veranica Zhang said...

wew...perbandingannya mantap banget. Andai saja pemerintah berpikir demikian untuk kepentingan rakyat. Ini malah memperkaya sendiri. Rakyat semakin terpuruk, pemerintah semakin hepi dengan menikmati fasilitas yg bak "hotel mewah" itu.
Jika ingin mengabdi kpd rakyat, jdilah wakil rakyat yg memperhatikan kesejahteraan rakyat dengan mengambil langkah-langkah yg lebih bijak.

Anonymous said...

Seharusnya yang namanya wakil rakyat harus bener2 mewakili rakyat,, sekarang dengan pembangunan gedung mewah seperti itu, apa yang diwakili para wakil rakyat?,, padahal wajah rakyat Indonesia di mata dunia itu adalah banyak rakyat2nya yg miskin
ckckck
kalau duit sbanyak itu dibeliin kerupuk..,,,
lumayan jg tuh////wkwkwk

Jessica Bun said...

Iya, fasilitas yang direncanakan akan ada di gedung baru DPR itu sangatlah berlebihan.
Seadanya ajalah. Gedung bagus, mahal, mewah, bolehhhhh kalo orang2 didalamnya kerjaannya beres, bagus, and rakyat juga uda sejahtera. Bangga juga donk kita, wuih Indo punya gedung DPRnya keren, mahal!
Lho ini? Korupsi masih dimana2, bencana dimana2.
Kita liat aja deh ntar, jadinya itu gedung kayak gimana.

Jessica Bun said...

Eh iya, dibliin krupuk ye? Mayan tuh, bisa 10.000 konteiner kayaknya. Wkwkwkwk.

Suyanti_yen said...

nah itu dy jes...
parah na ketua DPR kita ngotot banget tetep mau mendirikan gedung baru tersebut...
kalo gedung wakil rakyat dibangun dengan mewah dan indah seperti itu, tp rakyat na ingin mencari sesuap nasi saja harus bertaruh nyawa, apalah arti dari gedung mewah tesebut..yang ada negara kita akan ditertawai negara lain karena mempunyai gedung wakil rakyat yang WAH banget tapi rakyat na pada sengsara dan menderita sekali...

tidak ada hasil kerja yang terlihat dari para dewan wakil rakyat..kemana aja selama ini???
ngurus apa aja? selalu bicara untuk rakyat dan demi rakyat, tapi dengan rencana gedung baru yang super mewah ini..akan semakin memunculkan konotasi bagi para dewan wakil rakyat yang hanya melihat dan tidur saja...

terjadi bencana di indonesia saja, pemerintah tidak berani mengeluarkan anggran sebesar itu bahkan masih harus menghrapkan bantuan dari negara lain, tapi hanya untuk sebuah gedung wakil rakyat yang baru, pemerintah rela menggeluarkan biaya sebesar itu....

Hendra Gunawan said...

wkwkw...ngakak dah baca ni artikel,
aya aya wae ni DPR.
napa gk di bangun aja arena Gulat..
kan dewan2 suka tuh begulat di rapat..

coba lah, kalo mau melakukan sesuatu..
dipikir dengan matang..
dimana-mana kita selalu mendengar tentang kebodohan, kemiskinan, kriminalitas..

akan lebih baik jika semua kemampuan yang ada dimanfaatkan utk kepentingan bersama daripada kelompok tertentu..

Jessica Bun said...

YUP! Bener banget..

Miris benerlah.. HAHA..

Gini lho, kalo emang mau gedung mewah, mahal, urusin yang bener dulu ini negara.. KAYAin dulu.. Hihi.. Boleh, boleh mau semewah apa pun deh kalo Indo uda KAYA, ga banyak utangnya.. Hihi..

Welcome to my world said...

Betul itu.
Pemerintah Indonesia hanya mementingkan kepentingan mereka. Padahal gaji dan uang yang mereka kelola semuanya dari rakyat. Prinsip dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat tidak berjalan. Pemerintah hidup dengan kemewahan sedangkan rakyatnya hidup di atas penderitaan.

Samuel Cendra said...

Duit duit aja yang dipentingin para anggota DPR.
Masih banyak hal lain yang jauh lebih penting daripada urusan Gedung DPR yang memakan biaya 1,6 triliun.
Jangan selalu menyengsarakan rakyat Indonesia.

Merry Len Walker said...

hmmm.... topik yg keren... haha... tadi pagi saja masih ada debat tepatnya diskusi mengenai pembangunan gedung ini dan sejauh yang aku dengar,,tak ada satupun penelepon yang menyetujui rencana ini.. haha... rasanya gedung yang ada masih oke dan keren lah... jangan cepat-cepat dulu bangun,kalau memang mau tunggu,sabar sampai sudah waktunya nanti saat rakyat sudah tidak kelaparan dan menderita... namanya wakil rakyat kok malah bikin sengsara...

Jessica Bun said...

Iya, kalo gedung yang mewah tapi tidak diimbangi dengan tenaga kerja yang bagus didalamnya, bener2 duid yang kebuang sia2..
Mending gini, gedung yang biasa2 aja, tapi tenaga2 didalemnya itu kerjaannya bagus..

Kalo misalnya mau gedung yang mewah, bagus, kerja dulu yang bener.. Benerin dulu rakyatnya, sejahterain dulu..

Sampai sekarang rencana pembangunan ini masih mengundang banyak kontroversi..

Ketua DPR malah seakan tidak mau tau nih,
*"Pemilik gedung DPR adalah pemerintah dalam hal ini Setjen DPR. Proyek ditangani tim teknis dari Setjen dan Kementerian PU. BURT (DPR) hanya menyampaikan bahwa kami ingin gedung dalam rangka penambahan tenaga ahli agar kinerja anggota Dewan makin baik," ujar Ketua DPR Marzuki Alie.*

Balik lagi ke kinerja dewan, nah kenapa musti adanya gedung baru dulu? Lagian ini bener2 ga menjamin deh..

And tentang rencana pemindahan ibukota, kalo jadi dipindahkan, buat apa bangun gedung baru?

Lebih baik memikirkan perencanaan2 kedepan, seperti pemindahan ibukota, pengurangan nominal uang, karena itu juga akan menghabiskan banyak biaya..

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment

My Blog List